Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka – Bagian 1

Halaqah 60 – Beriman Kepada Hari Akhir
Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka – Bagian 1

Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah dosa bid’ah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka” (Hadits Shahih Riwayat Nasa’i)

Bid’ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat Islam. Umat yang dahulu bersatu, satu di atas Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi ﷺ generasi terbaik umat islam, menjadi berbagai aliran yang banyak.

Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang dengan Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat رضي الله عنهم.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ

“Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, “Siapakah golongan tersebut yaa Rasulullah?” Beliau menjawab, “Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku” (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi)

Ucapan beliau ﷺ, ummati yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid’ah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau ﷺ semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid’ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka.

Kalau Allah menghendaki, maka Allah mengampuni tanpa diadzab. Dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Allah kehendaki.

Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya:
1. Mereka tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits
2. Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid
3. Mendahulukan akal di atas dalil
4. Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama
5. Dan ada di antara mereka yang memiliki baiat khusus kepada pemimpin aliran
6. Dan di antara cirinya mencela dan membicarakan kejelekan penguasa
7. Tidak berhati-hati di dalam berdalil berdasar hadits-hadits Nabi ﷺ
8. Mencukupkan diri dengan Al-Qur’an tanpa hadits di dalam berdalil
9. Dan di antara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka

Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid’ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia.

Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan, supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah, merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara seislam. Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka.

Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama. Kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat (yaitu kerancuan berpikir) dan menjauhi fitnah syahwat.

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberikan hidayah kepada kita semua.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan