Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Berlebihan Terhadap Orang Shaleh adalah Pintu Kesyirikan

Halaqah 14 – Belajar Tauhid

Berlebihan Terhadap Orang Shaleh adalah Pintu Kesyirikan

 

Orang sholih adalah orang yang baik, karena mengikuti syariat Allah. Baik dalam hal aqidah, ibadah maupun muamalah. Mereka memiliki derajat yang berbeda-beda disisi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Kita sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk mencintai mereka. Kita juga diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka di dalam kebaikan. Berteman dan bermajelis dengan mereka adalah sebuah keberuntungan. Membaca perjalanan hidup mereka bisa menambah keimanan dan meneguhkan hati kita. Menghormati mereka adalah diperintahkan selama masih dalam batas-batas yang diizinkan agama.

 

Namun, berlebih-lebihan terhadap orang shalih, seperti mendudukkan mereka diatas kedudukannya sebagai manusia, atau menyifati mereka dengan sifat-sifat yang tidak pantas kecuali untuk Allah, maka ini hukumnya haram dan tidak diperbolehkan menurut agama. Karena hal ini dapat menjadi pintu terjadinya kesyirikan dan penyerahan sebagian ibadah kepada selain Allah.

 

Mencintai Rasulullah melebihi cinta kita kepada kedua orang tua, anak dan semua manusia adalah sebuah kewajiban agama. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”

 

Namun beliau melarang kita berlebih-lebihan terhadap beliau, yaitu dengan mendudukan beliau di atas kedudukan beliau yang sebenarnya sebagai seorang hamba Allah dan RasulNya.

Beliau ﷺ bersabda:

لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

“Janganlah kalian berlebih-lebihan terhadapku sebagaimana orang-orang nasrani berlebih-lebihan terhadap ‘Isa bin Maryam, sesungguhnya aku adalah hambanya, maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya” (HR.Bukhari)

 

Beliau adalah seorang hamba, maka tidak boleh disembah, beliau adalah seorang Rasul, maka tidak boleh dicela dan diselisihi. Apabila berlebih-lebihan terhadap sebaik-baik manusia saja tidak diperbolehkan, maka bagaimana dengan yang lain.

 

Diantara bentuk ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap orang-orang shalih adalah meyakini bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib, atau membangun di atas kuburan mereka, atau beribadah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى disamping kuburan mereka, dan lain-lain. Dan yang paling parah adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka.

 

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melapangkan hati kita untuk menerima kebenaran.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan