Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Qurays

Halaqah 8

Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Qurays

 

Diantara bentuk kesyirikan mereka adalah berdoa dan bertaqarrub kepada orang-orang sholih yang sudah meninggal. Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka, dengan tujuan supaya mendapatkan syafa’at orang-orang shalih tersebut disisi Allah, dan dengan tujuan mencari kedekatan kepada Allah.

 

Allah sendiri telah menceritakan keyakinan mereka ini di dalam Al-Qur’an, dan Allah mengingkarinya.

 

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah kepada selain Allah, sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberi manfaat. Dan mereka berkata “mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami di sisi Allah”. Katakanlah “Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah sesuatu yang tidak Allah ketahui dilangit maupun dibumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan” (Yunus: 18)

 

Dalam ayat ini Allah menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allah.

 

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى juga berfirman:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ketahuilah bahwa milik Allah lah agama yang tulus, dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sekutu, mereka mengatakan, tidaklah kami menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah. Sesungguhnya akan menghukumi diantara mereka didalam apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar” (Az-Zumar: 3)

 

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang sholih tersebut adalah supaya mereka mendekatkan penyembahnya kepada Allah.

 

Dan cara meraih syafa’at pada hari kiamat bukanlah demikian. Cara meraih syafa’at di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid, bukan dengan kesyirikan. Dan cara dekat dengan Allah adalah mendekatkan diri kepadanya dengan iman dan amal sholih, yang wajib maupun yang sunnah, sebagaimana orang-orang sholih tersebut melakukannya.

 

Tidak boleh seseorang menyamakan Allah dengan seorang kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya, kecuali melalui perantara dan para pembantunya. Tidak boleh seseorang menyerupakan Allah dengan siapapun, karena Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan Maha Berkuasa. Sedangkan seorang kepala negara maka dia adalah makhluk yang lemah, tidak mampu melakukan seluruh pekerjaannya kecuali dibantu oleh para pembantunya.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan