0 item in the bag

No products in the cart.

Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan

Kitab Al-Quran – Bagian 6

Halaqah 20 – Beriman dengan Kitab-kitab Allah

Kitab Al-Quran – Bagian 6

 

Diantara hak-hak Al-Quran:

  1. Mentadabburi

Allah telah menurunkan Al-Quran untuk dimengerti maknanya dan ditadabburi.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu berbarakah supaya mereka mentadaburi ayat-ayat nya dan supaya orang-orang yang berakal mengingat” (Saad: 29)

 

Orang yang tidak mentadaburi Al-Quran maka ini menunjukkan kesesatan hati.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Quran, ataukah didalam hati-hati tersebut ada kunci-kunci nya” (Muhammad: 24)

 

Semakin seseorang banyak mentadabburi Al-Quran dan memahami maknanya maka akan semakin bertambah keimanannya, keyakinannya dan kedekatannya kepada Allah. Semakin yakin tentang kebenaran agama ini dan semakin yakin bahwa Al-Quran adalah dari Allah تعالى.

 

Oleh karena itu seyogyanya seorang muslim dan muslimah mempelajari bahasa Arab yang dengannya dia bisa memahami Al-Quran dan meluangkan waktunya untuk memikirkan dan mentadabburi ayat-ayat Allah. Membaca tafsir-tafsir Al-Quran yang sesuai dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti:

  1. Tafsir Muyyasar, yang diterbitkan Kompleks Percetakan Al-Quran Kerajaan Raja Fahd di Madinah. Dan ini adalah tafsir yang ringkas.
  2. Tafsir Ibnu Katsir, untuk tafsir yang agak luas.

 

Dan mengikuti kajian-kajian yang membahas tentang Tafsir Al-Quran dengan pemahaman yang benar, pemahaman para shahabat dan para salaf.

 

Dan apabila seseorang ingin membaca terjemah Al-Quran didalam bahasa Indonesia maka hendaklah ia berusaha untuk memilih terjemah yang paling bagus, yang sesuai dengan pemahaman yang benar, seperti Terjemah Al-Quran dalam bahasa Indonesia yang dicetak oleh Kompleks percetakan Al-Quran Kerajaan Raja Fahd di Madinah.

 

Dan perlu dia mengetahui bahwasanya tidak ada terjemah yang tidak memiliki kekurangan karena terjemah adalah amalan manusia.

 

Diantara hak-hak Al-Quran adalah:

  1. Mengamalkannya

Al-Quran tidaklah diturunkan hanya sekedar dibaca dengan tartil dan tajwid, dihafal dan ditadabburi, akan tetapi juga diamalkan, dilaksanakan perintahnya, dijauhi larangannya, dibenarkan kabar-kabarnya, baik didalam masalah ‘aqidah, ibadah, akhlaq, mu’amalah dan lain-lain.

 

Dahulu, para shahabat رضي الله عنهم selain membaca Al-Quran dan mengilmui, mereka juga mengamalkan.

Berkata ‘Abdullah Ibnu Mas’ud رضي الله عنه:

كَانَ الرَّجُلُ مِنَّا إِذَا تَعَلَّمَ عَشْرَ آيَاتٍ لَمْ يُجَاوِزْهُنَّ حَتَّى يَعْرِفَ مَعَانِيَهُنَّ وَالْعَمَلَ بِهِنَّ

“Dahulu seseorang dari kalangan kami (yaitu para shahabat) apabila mempelajari 10 ayat maka dia tidak meninggalkannya sehingga mempelajari maknanya dan beramal dengannya”

 

Kalau kita tidak mengamalkan Al-Quran maka Al-Quran bisa menjadi hujjah atas kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Dan Al-Quran menjadi hujjah untukmu atau atasmu” (HR. Muslim)

 

Menjadi hujjah untukmu yaitu apabila kita amalkan maka bisa kita bermanfaat bagi kita di hari kiamat.

Menjadi hujjah atasmu yaitu apabila tidak kita amalkan maka akan memudharati kita di hari kiamat.

 

Kita memohon kepada Allah عَزَّ وَ جَلَّى semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki perhatian yang besar terhadap Al-Quran, baik membaca dengan tartil, menghafal, memuraja’ah, mentadabburi maupun mengamalkannya.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung