Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Mengenal Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Dengan Nama dan Sifat-Nya

Halaqah 10

Mengenal Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Dengan Nama dan Sifat-Nya

 

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah mengabarkan di dalam Al-Qur’an bahwa Allah memiliki nama dan sifat.

 

Allah berfirman :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

“Dan Allah memiliki nama-nama yang paling baik” (Al-A’raf: 180)

 

Dan Allah juga berfirman :

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَ

“Dan Allah memiliki sifat-sifat yang paling tinggi” (An-Nahl: 60)

 

Kita mengenal Allah dengan nama dan juga sifat tersebut.

 

Kita mengenal Allah sebagai Dzat Yang Maha Penyayang karena Dia adalah Ar Rahman Ar Rahim.

 

Dan kita mengenal Allah sebagai Dzat Yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghafur, dan seterusnya.

 

Dan Allah mengabarkan di dalam Al-Quran bahwasanya di antara sifat Allah adalah:

  1. Allah beristiwa’ di atas ‘Arsy
  2. Allah memiliki dua tangan
  3. Allah berada di atas

 

Dan Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya:

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam yang terakhir. Dan juga sifat-sifat yang lain.

 

Kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut, karena Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى lebih tahu tentang diri-Nya daripada kita semua. Dan Rasulullah ﷺ lebih tahu tentang Allah daripada kita. Tidak boleh seorang Muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut. Dan tidak boleh dia menyerupakan dengan selain Allah, karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada yang serupa dengan Allah dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Asy-Syura: 11)

 

Jadi yang benar, yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim adalah:

Menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya, sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, tanpa menyerupakan dan tanpa mentakwil nama dan juga sifat tersebut

 

Mentakwil adalah menafsirkan nama dan sifat Allah bukan dengan maknanya yang benar, seperti;

  1. Mentakwil istiwa dengan kekuasaan.
  2. Mentakwil turunnya Allah dengan turunnya rahmat Allah.
  3. Dan lain-lain.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan