Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Mengenal Inti Dakwah Rasulullah

Halaqah 6

Mengenal Inti Dakwah Rasulullah

 

Inti dakwah beliau adalah sama dengan inti dakwah nabi-nabi sebelum beliau. Yaitu mengajak manusia untuk mengesakan Allah didalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

 

Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul, kecuali kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku. Maka hendaklah kalian menyembahku” (Al-Anbiya: 25)

 

Allah berfirman tentang Nabi Nuh (Rasul yang pertama):

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ 

“Sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Maka dia berkata, Wahai kaumku sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia” (Al-A’raf: 59)

 

Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh nabi-nabi setelah beliau. Lihat surat al-A’raf: 65, 73 dan 85.

 

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Al-A’raf: 65)

 

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ 

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya” (Al-A’raf: 73)

 

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ 

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya” (Al-A’raf: 85)

 

Demikian pula nabi selama 10 tahun pertama beliau berdakwah kepada tauhid, dan mengingatkan manusia dari kesyirikan. Kemudian turunlah kewajiban shalat 5 waktu pada tahun kesepuluh kenabian.

 

Dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah. Ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat, tauhid yang benar, seperti puasa ramadhan, zakat, haji, adzan, dan lain-lain.

 

Yang demikian, karena amal ibadah tidak diterima oleh Allah, kecuali bila dalam diri seseorang ada tauhid.

 

Oleh karena itu wasiat Rasulullah kepada Muadz bin Jabal, ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah, “Hendaknya engkau mengajak kepada syahadat Laa ilaha illa Allah dan syahadat Muhammad Rasulullah” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Dan sampai akhir hayat beliau, beliau berusaha menjaga tauhid, dan membentengi umat dari kesyirikan. Lima hari sebelum beliau meninggal dunia, beliau mengingatkan umat Islam, bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid. Maka beliau melarang menjadikan kuburan sebagai masjid (HR.Muslim).

 

Yang demikian, karena membangun masjid diatas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. Semua ini menunjukkan bahwasanya inti dakwah Rasulullah adalah tauhid.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan