Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Penegakan Qishosh Hukuman Bagi Orang-Orang Yang Zholim

Halaqah 49 – Beriman Kepada Hari Akhir
Penegakan Qishosh Hukuman Bagi Orang-Orang Yang Zholim

Termasuk keadilah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah menegakkan qishas diantara makhluk di hari kiamat.

Tidak ada makhluk yang di dzolimi di dunia oleh yang lain, kecuali akan Allah kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan diantara hewan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

“Sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat, sampai akan di qishas seekor kambing yang bertanduk karena kedzaliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk” (HR. Muslim, Shahih)

Akan didatangkan orang yang dzalim dan didzalimi. Sekecil apapun kedzaliman tersebut, baik kedzaliman berupa:
1. Kedzaliman harta. Seperti pencurian, perampokan, penipuan, hutang; atau
2. Kedzaliman kehormatan. Seperti umpatan, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), tuduhan palsu; atau
3. Kedzaliman fisik. Seperti pemukulan, pembunuhan, dan lain-lain.

Penegakan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah. Orang yang dzalim akan diambil hasanahnya, dan diberikan kepada orang yang didzalimi. Apabila orang yang dzalim tersebut tidak memiliki hasanah, maka sayyiah orang yang didzalimi akan diberikan kepada orang yang dzalim tersebut.

Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kedzalimannya di dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya orang yang bangkrut dikalangan umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sholat, pahala puasa dan pahala zakat. Dia datang pada hari tersebut dan dahulu di dunia dia telah mencela si fulan, menuduh si fulan berzina, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka hasanah atau pahala kebaikan orang tersebut akan diberikan kepada si fulan lalu si fulan. Sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain, maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia dzalimi tersebut. Dan dipikulkan kepadanya. Kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim)

Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat dzalim, maka hendaknya bersegera untuk minta maaf, dan mengembalikan hak orang yang pernah dia dzalimi.

Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang memiliki kedzaliman kepada orang lain baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain, maka hendaklah dia meminta dihalalkan darinya pada hari ini. Sebelum datang hari yang disitu tidak ada dinar maupun dirham” (HR. Bukhari)

Orang yang didzalimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi tidak boleh dia membalas dengan berlebihan. Karena dengan demikian justru dia menjadi orang yang dzalim yang akan diambil kebaikannya. Dan apabila dia memaafkan, maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan memberikan pahala yang besar.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal. Dan barangsiapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya atas Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Sesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak mencintai orang-orang yang dzalim” (Asy-Syuura: 40)

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan