Toko Abdu Pojok Busana Ikhwan
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Riya’

Halaqah 20 – Belajar Tauhid

Riya’

 

Riya’ adalah seorang mengamalkan sebuah ibadah bukan karena ingin pahala dari Allah, akan tetapi ingin dilihat manusia dan dipuji.

 

Riya’ hukumnya haram dan dia termasuk syirik kecil yang samar, yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam.

 

Riya’ adalah di antara sebab tidak diterimanya amal ibadah seseorang, bagaimanapun besar amalan tersebut.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah berkata: ‘Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan syirik. Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan dia menyekutukan Aku bersama yang lain di dalam amalan tersebut maka Aku akan meninggalkannya dan juga kesyirikannya’” (HR.Muslim)

 

Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik yang kecil tidak ada harapan untuk diampuni oleh Allah, artinya dia harus diadzab supaya bersih dari dosa riya’ tersebut.

 

Berbeda dengan dosa besar yang ada di bawah kehendak Allah, yang:

  1. Kalau Allah menghendaki maka akan diampuni langsung, dan,
  2. Kalau Allah menghendaki maka akan diadzab.

 

Mereka berdalil dengan keumuman ayat:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki” (An Nisa: 48)

 

Tahukah kita siapa orang yang pertama kali nanti akan dinyalakan api neraka dengan mereka?

Mereka bukanlah preman-preman di jalan atau pembunuh yang kejam tapi mereka justru adalah orang-orang yang beramal shalih. Mereka adalah orang yang:

  1. Mengajarkan Al Quran supaya dikatakan sebagai seorang qari, seorang yang suka membaca, seorang yang mahir membaca. Dan juga,
  2. Orang yang berinfaq supaya dikatakan dermawan. Dan,
  3. Berjihad supaya dikatakan sebagai seorang pemberani. Beramal bukan karena Allah.

Sebagaimana hal ini dikabarkan oleh Nabi ﷺ di dalam hadits yang shahih.

 

Oleh karena itu, saudara sekalian, ikhlash-lah di dalam beramal. Dan ikhlash adalah barang yang sangat berharga.

 

Para Salaf kita, merekapun merasakan beratnya memperbaiki hati mereka. Dan hanya kepada Allah kita meminta keikhlashan di dalam beramal, menjauhkan kita dari riya’, sum’ah, ‘ujub dan berbagai penyakit hati.

 

Dan marilah kita biasakan untuk menyembunyikan amal kita kecuali kalau memang ada mashlahat yang lebih kuat.

 


* Postingan ini hanya catatan admin tokoabdu.com dari hasil mendengar audio yang disampaikan pada grup HSI
* Tetap disarankan mengikuti program HSI Abdullah Roy agar lebih mendapatkan faidah ilmu dan juga mendapatkan sanad ilmu karena mendengarkan audionya secara langsung

Dian Amrillah

Kelahiran Desa Damarpura, OKU Selatan, Sekolah di Baturaja, Kuliah di Tangerang dan kini menetap bersama keluarga di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan